Tidak sedikit wanita yang memilih menjadi Ibu rumah tangga walaupun sebelumnya sudah memiliki pekerjaan tetap. Biasanya, mereka memutuskan untuk meninggalkan profesi setelah menikah dan mempunyai anak. Menjadi ibu rumah tangga, berarti mendedikasikan seluruh waktu yang dimiliki untuk mengurus rumah, anak dan melayani suami. Tentu saja ini bukan sebuah pekerjaan yang mudah.

Tidak bisa dipungkiri, menjalani peran sebagai Ibu rumah tangga memang terkadang sangat membosankan. Banyak Ibu rumah tangga yang mengeluh bosan, lelah berkepanjangan dan merasa tidak memiliki kendali apa-apa dalam urusan finansial keluarga. Walaupun suami sudah bertanggung jawab sepenuhnya dalam hal kebutuhan keluarga, tapi tetap saja, para istri ingin mandiri dan memiliki sumber pendapatan sendiri.

Beruntungnya, pada zaman sekarang ini, mencari uang sudah tidak diharuskan untuk datang pagi dan menghabiskan waktu di dalam ruangan selama 8-9 jam. Era teknologi dan serba digital seperti sekarang ini tentu saja bisa mempermudah banyak kalangan dalam menghasilkan uang. Bisnis bisa dimulai dimana saja, termasuk dari rumah.

Nah, untuk kamu seorang Ibu rumah tangga yang sedang mengalami hal yang sudah dijelaskan diatas dan ingin menjadi mompreneur, TimiKimi kasih  ulasan di bawah ini.

 

Pilih Bisnis yang Cocok dengan Keterampilan

Memilih bisnis yang cocok untuk ibu rumah tangga memang bukan perkara mudah. Kamu juga harus mempertimbangkan segala sisi, mulai dari tingkat kesulitan, cara pengerjaan, hingga modal yang harus dipersiapkan. Tapi yang terpenting adalah pilihlah bisnis yang cocok dengan keterampilan.

Dengan menjalani bisnis yang sesuai dengan keterampilan, maka kamu akan merasa senang dan tidak terbebani saat menjalaninya. Ditambah lagi, bisnis yang dijalani karena keterampilan ini bisa membuat pengerjaan bisnis menjadi lebih mudah karena sudah ahli dan memahami bidang bisnis yang sedang dijalani.

 

Pintar Membagi Waktu Antara Bisnis dan Keluarga

Masalah utama dalam bisnis yang dijalani oleh Ibu rumah tangga adalah ketika harus membagi waktu antara bisnis dan keluarga. Tidak jarang Ibu rumah tangga yang terlalu sibuk berbisnis sehingga pekerjaan rumah jadi terbengkalai atau bisa juga kebalikannya. Pintarlah membagi waktu antara bisnis dan keluarga.

Solusinya kamu bisa membuat jadwal rutin untuk membagi waktu agar bisnis dan pekerjaan rumah bisa tetap berjalan dengan baik. Perkirakan jam berapa harus mengerjakan bisnis dan jam berapa harus mengerjakan pekerjaan rumah. Misalkan saja, kamu menentukan jam kerjamu 5 jam sehari, sementara sisa harimu untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Buatlah jadwal seolah-olah seperti sedang bekerja kantoran. Hanya saja perbedaan terletak di rumah. Untuk urusan pekerjaan domestik, kamu bisa melimpahkan atau outsource ke orang lain. Misalnya, urusan berbenah rumah serahkan pada asisten rumah tangga, urusan cucian serahkan ke laundry, dan lain sebagainya.

 

Pisahkan Uang Hasil Bisnis dan Uang Belanja Bulanan

Selain masalah mengatur waktu, masalah lainnya saat melakoni profesi sebagai mompreneur adalah ketika berhadapan dengan keuangan bisnis. Sebagai seorang Ibu rumah tangga yang mengelola uang belanja di rumah, pastinya kamu juga handal mengelola keuangan bisnis dengan baik. Tapi sayangnya, pada kenyataannya tidak seperti itu. Tak jarang bisnis yang dijalani oleh mompreneur tidak bisa berjalan karena perputaran modalnya terhenti yang disebabkan oleh ketidak mahiran dalam mengelola keduanya dengan baik.

Solusi untuk cara mengatasinya adalah dengan memisahkan antara uang bisnis Ibu rumah tangga dengan uang belanja bulanan. Kalau perlu, gunakan rekening tabungan yang berbeda untuk menyimpan uang hasil bisnismu. Dengan cara ini, uang bisnis yang dihasilkan tidak akan tercampur dengan uang bulanan.

 

Manfaatkan Teknologi

Seperti yang kita ketahui, teknologi pada era sekarang ini sudah semakin canggih. Maka tidak ada salahnya jika kamu memanfaatkan teknologi yang ada untuk membantumu ketika berbisnis ataupun melakukan pekerjaan rumah tangga. Untuk menjalani bisnis, manfaatkan ponselmu untuk memasarkan produk/jasa yang kamu miliki melalui sosial media. Pilih waktu yang tepat dimana orang sedang berkutat dengan gadget, seperti pada saat pukul 12.00, sore hari pukul 17.00, dan malam hari pukul 20.00.

Sedangkan untuk membantu pekerjaan rumah tangga, kamu bisa menggunakan peralatan rumah tangga yang canggih untuk mempercepat pekerjaan rumah, mulai dari vacum cleaner, mesin cuci langsung kering, hingga setrika uap yang tidak butuh waktu lama untuk mengerjakannya.

 

Buat Ruang Kerja Khusus

Memiliki ruang kerja sendiri di rumah ternyata sangat efektif untuk menjaga agar kamu tetap produktif dan fokus ketika menjalankan bisnis di rumah. Selain itu data-data dan dokumen-dokumen yang kamu miliki bisa jadi lebih rapi karena disimpan di satu tempat. Tapi bagaimana jika ruangan yang ada di rumah tidak memadai?

Kamu bisa memanfaatkan sudut ruangan yang ada di ruang keluarga atau kamar untuk dijadikan ruang kerja sendiri. Cukup letakkan satu meja kerja dan kursi untuk bekerja. Untuk memicu semangatmu berbisnis, maka letakkan juga tulisan quotes yang inspiratif diatas meja atau dinding.

 

Lakukan Evaluasi Bisnis

Ketika bisnis sudah berjalan lancar, terkadang kita mulai terlena dan tidak melakukan evaluasi terhadap bisnis yang sedang dijalankan. Padahal, evaluasi bisnis Ibu rumah tangga ini sangat penting dilakukan. Tujuannya adalah untuk melihat sejauh mana kesehatan keuangan dan perkembangan bisnismu dan apakah bisnis yang sedang dijalani sudah memenuhi target atau belum?

Evaluasi bisnis bisa dilakukan setiap seminggu sekali pada bulan-bulan awal saat kamu mulai menjalani bisnismu. Tapi jika sudah berjalan paling tidak tiga bulan, kamu bisa melonggarkan jadwal evaluasi dengan melakukannya dua minggu sekali atau satu bulan sekali.

 

Siap Menerima Resiko

Saat kamu memutuskan untuk menjalani bisnis yang artinya berperan ganda sebagai Ibu rumah tangga dan mompreneur, itu berarti kamu sudah harus siap menerima semua resiko yang ada. Mulai dari pekerjaan yang bertambah hingga waktu untuk keluarga yang pasti akan sedikit berkurang. Ada masa dimana nanti kamu akan merasa lelah melakukan keduanya dan ingin berhenti begitu saja. Tapi ingatlah kalau kamu harus siap menerima konsekuensi tersebut.

Untuk menebus waktu keluarga yang berkurang, kamu bisa mengatur rencana untuk pergi jalan-jalan atau berlibur bersama keluarga paling tidak satu bulan sekali. Meluangkan waktu untuk liburan bersama keluarga sangat penting bagi orang-orang yang menjalankan bisnis rumah tangga agar keluarga tetap harmonis. Selain itu, kamu jadi lebih semangat berbisnis karena adanya dukungan dari keluarga.

 

Nah, kalau kamu sudah memahami 7 hal diatas, silahkan memulai dan memutuskan bisnis seperti apa yang ingin dijalankan. Mungkin bisnis makanan kemasan, tanaman hias, pakaian atau menjadi freelancer bagi kamu yang memiliki keterampilan di bidang-bidang tertentu seperti penulis, penerjemah, admin sosial media dan lain sebagainya.

 

Penulis: Indah Sari

Share

facebook twitter google+ linkedin


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *