Pada zaman yang sangat canggih seperti sekarang, apapun bisa dilakukan secara online. Tidak hanya berbelanja secara online, tapi mengajukan pinjaman uang juga bisa dilakukan secara online tanpa harus datang ke bank. Peminjaman uang secara online dilakukan oleh lembaga keuangan online atau yang biasa disebut dengan Fintech/Financial Technology. Salah satunya, tentunya TunaiKita. Kami memberikan pinjaman dengan prosedur sederhana dan proses yang terhitung cepat sehingga hal ini memudahkan nasabah dalam bertransaksi.

Akan tetapi, hal ini sering kali disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan menggunakan modus penipuan pinjaman uang secara online. Oleh karena itu, kamu harus jeli melihat dan mengenali ciri-ciri modus penipuan berkedok pinjaman uang cepat secara online. Yuk, TimiKimi berikan ulasan berikut agar kamu bisa lebih berhati-hati saat akan mengajukan pinjaman.

 

Unsur Pemaksaan

Ketika kamu ingin mengajukan pinjaman uang cepat secara online, pastinya kamu akan menghubungi Customer Service dari pihak pemberi pinjaman terlebih dahulu untuk mencari informasi mengenai produk yang ditawarkan. Pada saat mencari informasi ini, kamu harus mewaspadai tingkah laku pihak kreditur. Biasanya pada bagian ini, mereka tidak akan menjelaskan secara detail perihal produk pinjaman yang mereka miliki. Tapi pada saat mereka melakukan follow up pengajuan pinjaman, mereka akan bersikap berlebihan dengan memaksa kamu untuk menjadi peminjam.

 

Mengirim Email Tidak Resmi

Pada saat melakukan follow up pengajuan pinjaman, pihak kreditur resmi akan menghubungi kamu melalui telepon dan mengirimkan e-mail perusahaan resmi. Tapi tidak dengan kreditur dengan modus penipuan, mereka akan mengirim e-mail perusahaan tidak resmi. Contohnya dari email resmi seperti xxxx@tunaikita.com menjadi e-mail pribadi seperti xxxx@gmail.com.

 

Mengabaikan Riwayat Pinjaman

Salah satu persyaratan untuk dapat meminjam uang di bank atau Financial Technology adalah memiliki riwayat hutang atau riwayat pinjaman yang bersih dan baik. Kerap kali ada calon peminjam yang pengajuan pinjamannya ditolak karena punya catatan hutang yang buruk. Kreditur resmi selalu melihat dan memeriksa riwayat pinjaman calon peminjam dengan cara mengakses Sistem Informasi Debitur (SID) atau melakukan BI checking. Tapi hal ini tidak berlaku pada kreditur yang memang memiliki modus penipuan. Mereka pastinya akan memberi iming-iming kalau akan mengabaikan riwayat pinjaman kamu. Inilah yang membuat banyak orang terjerat penipuan peminjaman uang cepat secara online.

 

Mengharuskan Calon Debitur untuk Membayar Sejumlah Uang Sebagai Persyaratan

Hal yang lain yang dilakukan oleh kreditur palsu yang cukup jelas untuk mencirikan identitas mereka adalah, dengan mengharuskan calon debitur atau nasabah untuk membayar sejumlah uang sebagai syarat pencairan. Alasannya adalah untuk memudahkan proses administrasi. Perlu kamu ketahui, saat melakukan peminjaman online, memang ada biaya administrasi, tapi itu hanya sebatas uang materai dan lain sebagainya yang jumlahnya tidak besar. Jadi, jika kamu dikenakan biaya awal dengan nominal besar, sudah pasti mereka berniat untuk melakukan penipuan.

Biasanya, persyaratan ini akan disetujui dan langsung dibayarkan oleh calon debitur karena mereka dijanjikan nominal peminjaman yang besar. Misalnya saja, kamu diminta membayar sejumlah Rp 2 juta rupiah dan dijanjikan akan diberi pinjaman sebesar Rp 50 juta. Jadi, hati-hati ya Sobat TunaiKita!

 

Meminta Pin Perbankan

Pin atau password perbankan merupakan hal pribadi yang tidak boleh kamu bagikan ke orang lain. Termasuk saat kamu melakukan transaksi atau pengajuan pinjaman dana, apabila mereka meminta kamu untuk menginformasikan pin perbankan, jangan pernah kamu memberitahunya. Kamu patut mencurigai dan waspada terhadap kreditur yang meminta pin atau password perbankan yang kamu miliki dengan alasan untuk kelengkapan dana debitur. Umumnya pada tahapan awal, data yang diminta hanyalah nama, nomor telepon, alamat e-mail. Pin atau password perbankan adalah hal yang sifatnya pribadi dan tidak boleh diberitahukan kepada orang lain.

 

Dengan maraknya penipuan seperti ini, bukan berarti kamu tidak bisa melakukan pinjaman uang secara online. Kamu hanya perlu waspada dan lebih teliti lagi ketika akan mengajukan pinjaman online. Setelah mengetahui ciri-ciri dari pinjaman online palsu, kamu juga harus mengetahui cara untuk menghindarinya. Berikut cara-cara yang harus kamu perhatikan sebelum mengajukan pinjaman online.

 

Kenali dengan Baik Situs yang Menawarkan Pinjaman Secara Online

Ada banyak situs penyedia pinjaman online sehingga kamu harus memilihnya dengan teliti. Pilih situs yang terpercaya dan dan sudah memiliki izin beroperasi dari OJK. Kamu bisa melakukan verifikasi tersebut dengan cara menghubungi nomor kantor yang tertera pada situs resmi mereka. Perhatikan juga alamat kantor yang tertera pada situs tersebut. Jika pada keterangan situs tidak ada alamat kantor yang jelas, maka kamu harus waspada.

 

Pelajari Prosedur Mereka

Saat akan mengajukan pinjaman uang secara online, kamu harus mempelajari terlebih dahulu cara kerja layanannya karena kalau kamu tidak memahaminya secara menyeluruh, sudah pasti kamu akan menjadi korban modus penipuan ini.

 

Jangan Mudah Tergiur dengan Layanan yang Ditawarkan

Kunci yang paling mudah adalah jangan mudah tergiur oleh iming-iming yang dijanjikan oleh kreditur. Iming-iming yang diberikan biasanya berupa riwayat hutang diabaikan, kelengkapan dokumen tidak diperlukan, tidak adanya syarat minimal penghasilan gaji, cashback yang jumlahnya tidak masuk akal, dan masih banyak lagi iming-iming yang bisa membuat kamu tergoda dengan sangat mudah.

Nah, itu dia modus penipuan yang sering dilakukan oleh lembaga-lembaga yang tidak bertanggung jawab dan mengaku sebagai lembaga yang memberikan pinjaman uang secara online. Jadi, mulai hari ini, lebih berhati-hati ya Sobat TunaKita!

 

 

 Penulis: Indah Sari

Share

facebook twitter google+ linkedin


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *